Cerita Mudik dan Air Terjun Lematang Indah

By karina rahmania - 10:59 AM

Punya orangtua yang merantau, memang kadang mengharuskan kita untuk mudik. Pulang ke tanah kelahiran orangtua. Gue salah satunya. Ibu adalah gadis sumatera yang nekat merantau ke pulau jawa dulunya. Sampai akhirnya berjodoh dengan bokap yang berstatus anak kampung sini. Sejak kakek dan nenek dari ibu meninggal, intensitas mudik berkurang. Yang tadinya setiap tahun harus mudik, sekarang cukup dua tahun sekali.

Lebaran tahun 2017 ini, jatahnya mudik setelah tahun sebelumnya gak mudik. Tapi ada yang berbeda kali. Biasanya kita mudik ke Lampung karena dulu nenek sempat pindah ke Lampung. Kali ini, kita mudik ke Palembang. Ke tanah asli ibu dilahirkan dan menghabiskan masa kecil.

Perjalanan yang cukup melelahkan karena jarak tempuh yang lebih jauh. Dari Bandar Lampung aja, masih 14 jam kurang lebih buat bisa sampai di Muara Enim, Palembang. Fix pantat tepos. Btw, 14 jam ini untuk waktu tempuh pakai mobil atau kendaraan darat lainnya. Lain cerita kalau pakai pesawat, mungkin lebih cepet.

Sampai di Tujuan, salam-salaman sama keluarga.
Idupin hape
Liat sinyal ilang
Lemes
Karungin hape
BHAYYY

Berlebaran di kampung halaman, jadi ajang liburan juga buat gue. Mumpung disponsori bokap. Dan mumpung lagi gak ada sinyal juga. Ini waktunya bener-bener "Me Time" sama keluarga. Yah walaupun harus gue akui, sebagai generasi millenials cukup boring ya kalau gak ada internet.
my future face. hehe

Serunya keluar dari wilayah jabodetabek itu kerasa banget budaya Indonesianya. Kayak disini. hampir semua rumah masih berbentuk rumah panggung khas Palembang. Ya, walaupun gak sedikit juga yang udah memodifikasi bawah dari rumahnya menjadi ruangan lagi. Tapi secara keseluruhan bentuk rumah panggungnya gak hilang. Kita masih bisa lihat kalo awal dari hampir semua rumah disini adalah rumah panggung.

Karena gue dan keluarga cuma punya waktu tiga hari untuk stay, Jadilah hanya Air Terjun Lematang Indah yang sempat didatangi. Air Terjun Lematang ini ada di daerah Pagar Alam. Dan butuh waktu 2 jam kurang lebih dari Muara Enim.



Gue disuguhkan pemandangan yang kece abis setelah melewati pemukiman kota Lahat. Naik turun bukit, langit biru yang cerah, barisan pohon duren. Hahaha. Katanya disini memang banyak pohon duren, kalo mau beli diambilin langsung dari pohonnya. Tapi, kalo lagi panen. Serunya lagi, gue naik mobil bak terbuka. Gokil. View-nya keliatan semua. Agak panas sih tapi karena dataran tinggi jadi sejuk-sejuk aja udaranya. Serius deh, jalan menuju daerah Pagar Alam itu enak banget.

Posisi air terjunnya gak begitu jauh dari jalan raya. Jadi, gak perlu takut capek jalan kaki. Untuk masuk ke area air terjun, cukup bayar Rp. 3,000/orang dan bayar Rp. 10,000/orang untuk menyebrang ke sisi lainnya dari aliran air terjun supaya bisa duduk-duduk cantik karena lahannya lebih luas gitu (kalo gak ada perubahan tarif ya).


Air terjunnya gak terlalu tinggi. Debit airnya pun gak begitu tinggi. Jadi masih aman buat anak-anak kecil main. Tapi tetep harus diawasi ya, pak, bu. Demi keselamatan bersama. Disini juga ada mini arung jeram gitu dari ban dalam mobil. Sederhana tapi tetep seru.



Berhubung gue lagi 'red-day' ribet ya cyin kalo mesti basah-basahan, gue jadi lebih banyak motret. Dan menikmati ikan asin plus sambel di pinggir air. Beuhhh nikmat abis. Menjelang sore, kita pun pulang. Ngobrol santai sama keluarga sambil ditemani sunset di sela-sela bukit. Indah banget.


Mudik memang melelahkan. Tapi selalu terbayarkan dengan rindu yang berujung senyum pertemuan. Dan bisa jadi ajang refreshing juga. Refreshing ditemani keluarga. Refreshing yang lebih bermakna.


Salam Kece.

  • Share:

You Might Also Like

12 comment

  1. tanah muaraenim, penuh pemandangan yang menakjubkan ya mbak. salam sama sama anak sumatera ;)

    BalasHapus
  2. Setiap mudik ke kampung halaman, aku merasa sedang berlibur. Aku menikmati waktu-waktu tersebut :-)

    BalasHapus
  3. Sejak kakek dan nenek meninggal, gue malah hampir nggak pernah mudik. Terakhir mudik SMK. Nggak tau kenapa, gue nyaman pas suasana sepi Lebaran. Jahat sekali rasanya sudah hampir 5 tahun nggak mengunjungi tanah kelahiran sendiri. :')

    Asyik berarti kalau rumahnya masih berbentuk rumah panggung. Sayang nggak ada foto rumah panggungnya. Padahal pengin lihat. :|

    Wqwq. Kalo lagi dapet kayaknya nggak enak banget, ya. XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. MUDIK DONG, YOG ! :p

      oiya gak ada foto rumahnya ya. hahaha maap ya
      Ada sih kayaknya tapi mesti dicari dulu

      Kalo buat main air, gak enak banget. Hiks

      Hapus
  4. Kalau aja kemarin pas mudik punya motor dan bisa ngendarainnya, pengin banget main-main ke luar rumah sambil fotoin. Huah, sayangnya nggak bisa ngendarai motor. :(

    Enak ngelihat alam-alam bebas begitu. Bosen ngeliatin Matraman terus, sumpek. Huehehe.

    BalasHapus
  5. Salah satu keuntungan punya orang tua yang anak rantau ya begini ya. Tapi, walaupun bokap gue juga anak rantau gue dan keluarga jarang pulang ke kampungnya. lebih sering nenek gue yang datang ke kalimantan, soalnya anaknya udah di sini semua.

    Btw, Palembang keren ih, ada air terjun gitu. uhuy bgt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya sebenernya tergantung keadaan juga ya. Banyak juga kayaknya yang kayak lo gitu. hehehe

      Hapus
  6. Ternyata, yg namanya 'Rindu' itu kepake ya.. haha. Mudik jadi salah satu alasan buat saling rindu.

    Dan, rumah2 panggung sekarang udah mulai jarang, beruntung kalo masih bisa lihat. dan satu lagi, itu fotonya kece2 badai sekale.

    BalasHapus
  7. Wah harusnya gakpapa nyebur aja, biar airnya langsung merah kayak yang di video2 gitu. Muahaha. *sesat

    KALO GITU OLEH-OLEH DOONG!

    BalasHapus
  8. asyik banget alamnya. pemandangan yang gak bakal bisa dijumpai dikota.
    foto yang terakhir bener2 syahdu :D

    BalasHapus